https://i0.wp.com/img.okeinfo.net/content/2011/11/17/337/530509/5R4VTGqygn.jpg

Saudara, ada 3 tujuan kitab ini dituliskan yakni: Pertama, Untuk menunjukkan kepada Israel dan bangsa-bangsa lainnya besarnya dan luasnya kasih sayang tindakan Allah yang menyelamatkan melalui pemberitaan pertobatan. Kedua, untuk menunjukkan melalui pengalaman Yunus betapa jauhnya Israel telah jatuh dari panggilan missioner  yang semula untuk menjadi terang penebusan bagi orang-orang yang tinggal di dalam kegelapan. Ketiga, untuk memperingatkan Israel yang murtad bahwa Allah dalam kasih dan kemurahanNya telah mengutus bukan hanya satu orang tetapi banyak nabi setia yang menyampaikan berita pertobatan agar menghindarkan hukuman atas dosa yang tidak dapat dielakkan.  Sehingga melalui kisah Yunus ini ada beberapa mujizat Allah yang kelihatan, yakni: Telah mengirim angin ribut, mengatur undian sehingga kena Yunus, menenangkan laut, mengatur sehingga ikan besar menelan Yunus, memelihara Yunus sehingga tetap hidup dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, membuat ikan itu membawa Yunus ke darat dan memuntahkannya ke darat.

Saudara… kenapa dikatakan datanglah firman Tuhan untuk kedua kalinya, karena sebelumnya sudah ada juga firman Tuhann kepada Yunus, tetapi Yunus tidak siap dan pergi ke Tarsis. Sehingga Tuhan marah karena itu, ia dicampakkan ke lautan luas dan dimakan ikan besar, selama tiga hari tiga malam. Di sana ia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan menyuruh ikan tersebut memuntahkannya ke darat. Setelah kejadian ini Yunus pergi ke kota Niniwe memberitakan firman  Tuhan agar penduduk kota Niniwe bertobat dan kembali kepada Tuhan. Saudara… kota Niniwe sebuah kota yang mengagumkan besarnya pada saat itu dan luasnya tiga hari perjalanan dan penduduknya berjumlah lebih 120.000 orang.

Saudara… Yunus memberitakan firman Tuhan dan  berseru: “empat puluh hari lagi, Niniwe akan ditunggangbalikkan”, seruan ini begitu jelas dan tegas. Sangat luar biasa saudara, setelah mereka mendengar seruan nabi Yunus ini, mereka percaya dan semua  orang  bertobat termasuk juga pemimpin atau rajanya. Raja atau pemimpin mereka langsung turun dari singgasananya atau istananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubung kannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. Kemudian, ia memerintahkan kepada para pembesarnya atau kabinetnya agar memaklumkan pertobatan nasional (Baca ayat 7 – 9). Sangat luar bisa bukan, perintah raja, tidak hanya manusia atau rakyatnya disuruh melakukan pertobatan dengan jalan berpuasa, tetapi ternak, lembu, sapi dan  domba tidak boleh makan dan minum.

Saudara….pertobatan yang tidak hanya dalam bentuk kata-kata dan konsep ajaran agama dan ritual ceremonial luar, tetapi pertobatan yang sungguh-sungguh lahir dari hati dan batin  yang paling  dalam untuk tidak lagi mengulangi dosa-dosanya dihadapan Allah. Saudara.. setelah Allah melihat pertobatan nasional  yang sungguh-sungguh dari  para pemimpin dan rakyatnya, maka Allah menjauhkan malapetaka  atau hukuman yang telah dirancangNya terhadap bangsa tersebut.

Saudara pendengar setia Radio Mara yang dikasihi Tuhan..Bagaimana  relevansi dan aplikasi pertobatan nasional di kota Niniwe ini jika diperhadapkan dengan keadaan bangsa dan negara kita pada saat ini? Sudah sejauh manakah seruan para tokoh-tokon agama baik di tingkat Pusat maupun di daerah di seluruh Indonesia memainkan peran dan fungsinya untuk mengingatkan para pemimpin bangsa dan seluruh aparat yang terkait di dalamnya  agar bertobat dan melakukan sesiai dengan perintah Tuhan? Sehingga para pemimpin bangsa dan seluruh rakyat punya kominmen yang bulat dan utuh untuk meninggalkan dosa-dosa dan meninggalkan kemunafikan dan kebohongan-kebohongan yang telah dilakukan?. Kenapa para pemimpin bangsa mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah  masih banyak yang tidak mendengarkan seruan pertobatan  yang diingatkan para tokoh-tokoh agama ini? Lihat, camkan dan catat malapetaka demi malapetaka dapat  menimpa negeri tercinta Indonesia. Apakah kita belum sadar akan hal ini? Apakah  para pemimpin bangsa dan rakyatnya  masih tetap  keras kepala dan tegar tengkuk dan tidak mau bertobat. Ingat, upah dosa adalah maut dan malapetaka, tetapi karunia Allah adalah kehidupan  yang kekal dari Tuhan kita Yesus Kristus.

Saudara….Kita mengatakan bahwa kita adalah umat beragama, bangsa yang religious, rajin melakukan ritual ceremonial agama masing-masing, hal ini adalah baik, benar  dan terus ditingkatkan, tetapi tidakkah pada waktu yang sama juga kita melakukan  tindakan kesalahan dan dosa dan sering melanggar hati nurani dan melanggar rambu-rambu firman Tuhan  yang sudah kita dengarkan setiap hari? Kenapa ya, para pemimpin kita sebagian apalagi top leadernya tidak berani secara tegas dan tuntas melakukan amanah kepemimpinan yang telah dipercayakan Tuhan melalui rakyatnya? Apakah  para pemimpin kita lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan?

Saudara, sangat menarik pelajaran  kalau pemimpin atau top leader, raja di kota Niniwe sekitar 2800 tahun yang lalu boleh diteladani oleh para pemimpin kita termasuk top leadernya turun tangan dan memerintahkan kepada para mentri dan kabinetnya , kepada para anggota di legislative, eksekutif dan judikatif  bahkan kepada seluruh rakyatnya untuk melakukan pertobatan nasional, bahkan bila perlu “berpuasa” dalam artian luas , sehingga Tuhan yang maha kuasa menjauhkan malapetaka demi malapetaka yang menimpa bangsa ini. Atau masihkah terus keras kepala dan tegar tengkuk melakukan kehendak dan keingingannya sehingga  masa depan bangsa ini semakin terpuruk ke jurang yang lebih dalam?

Saudara… sebagai mahluk ciptaan Tuhan, apakah sebenarnya yang saudara cari dalam hidup ini? Ingat hidup ini hanya sementara saja dan hanya satu kali kita hidup. Sehingga  anggaplah kesabaran Tuhan jika masih memperkenankan  memberikan kesempatan bagi saudara dan saya  untuk segera melakukan pertobatan, jangan tunggu esok atau lusa, tetapi lakukan sekarang juga. Saudara….pendengar setia Radio Mora, saya yakin Tuhan memakai radio Mora ini sebagai alatNya  untuk mengingatkan dan mengkritisi dalam aspek perpektif hukum para pemimpin dan rakyatnya agar kesadaran hukum dan taat hukum itu dilakukan semaksimal mungkin. Dan di atas segala-galanya  harus mentaati hukum dan undang-undang atau perintah Tuhan  di atas hukum-hukum buatan pikiran   manusia. Dengan kata lain hukum dan perintah Tuhan lebih diutamakan atau diprioritaskan. Selamat bertobat, dan jangan mengulangi kesalahan dan dosa-dosa lagi. Karena ternak  yakni  keledai ciptaan Tuhan tidak pernah jatuh ke dalam lobang yang sama untuk kedua kalinya. Tidakkah kita lebih tinggi nilai dan martabatnya , lebih bijaksana, punya hati nurani dan tahu membedakan yang baik dan jahat sesuai dengan ciptaan Tuhan daripada keledai ?  Selamat bertobat, Tuhan Yesus memberkati

 

Salam saya,

 

Pdt. Jahenos Saragih