https://i2.wp.com/katolisitas.org/wp-content/uploads/2009/05/Sebab-bagi-Allah-tidak-ada-yang-mustahil-400x300.jpg

Saudara pendengar setia Radio Mora yang dikasihi Tuhan. Secara umum manusia memahami segala sesuatu yang terjadi dan akan terjadi dalam hidupnya melalui akal dan pikirannya sendiri. Memakai logika dan kerangka berpikir manusia. Berkata dan berucap  sesai dengan pengalaman dan bagaimana kata orang. Boleh menilai ucapan langsung, boleh melalui buku-buku yang ia baca atau melalui media cetak dan elektronik yang ia baca dan dengar.Hal itu baik dan boleh-boleh saja. Tetapi perlu diingat dan dicatat  bahwa dalam lapangan  keagamaan atau  memahami tentang Tuhan, bahwa otak manusia sering tidak boleh dan mampu memahami rancangan Tuhan yang Maha kuasa. Karena itu firman Tuhan sudah mengingatkan kita dalam Yesaya 55: 8 – 9 mengatakan: “Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dan bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu”.

Mari kita lihat beberapa contoh kongkrit kesaksian Alkitab tentang hal ini:

  1. Bagaimana kita boleh memahami melalui otak dan pikiran  kita yang terbatas ini bahwa Allah menciptakan alam semesta, segala sesuatu termasuk juga manusia hanya melalui firmanNya yang penuh kuasa.
  2. Bagaimana manusia di lingkungan nabi Nuh pada saat itu ketika  membangun bahtera yang begitu besar di daratan luas. Masyarakat di sekitarnya tidak mengerti dan memahami, bahkan mengatakan nabi Nuh kurang waras, tetapi sesudah air bah menimpa mereka baru mereka menyesal dan mengakui apa yang dilakukan Nuh benar di mata Tuhan.
  3. Bagaimana kita boleh berpikir dan memahami tentang peristiwa Abraham, bapa orang percaya bahwa isterinya Sara yang sudah sangat tua dan mandul tetapi boleh melahirkan seorang anak perjanjian bernama Ishak.?
  4. Hal itu juga yang terjadi dalam peristiwa natal. Bagaimana kita boleh memahami bahwa Maria yang masih perawan boleh melahirkan  seorang bayi kudus Yesus yang tampil sebagai anak Allah, Allah dan Juruselamat dunia?
  5. Bagaimana kita boleh mengerti dan memahami melalui otak dan pikiran  kita yang terbatas memahami banyak  tanda-tanda mujizat yang dilakukan Yesus bahkan membangkitkan orang mati, bahkan Dia bangkit dari kematian dan naik ke surga?

Saudara….Jangan  coba-coba memahami Tuhan dan kuasaNya yang begitu besar dan ajaib dari kacamata dan otak pikiran kita yang terbatas ini, tetapi mari pahami dan imanilah  Tuhan dan kuasaNya melalui pimpinan dan tuntunan Roh Kudus. Sehingga sungguh betul dan benar apa yang diingatkan oleh nabi Yesaya dalam  Yes 55: 8 – 9  yang sudah kita dengarkan tadi. Pesan yang disampaikan adalah tidak mungkin lebih besar dan lebih berkuasa manusia yang diciptakan daripada Tuhan Allah yang menciptanya. Dengan kata  lain juga tidak mungkin lebih besar periuk yang diciptakan daripada tukang periuknya. Kalau pemahaman teologis ini dipahami dan diimani semua umat ciptaan Tuhan, maka seharusnya tidak ada diantara kita manusia yang sombong, angkuh dan menghakimi orang lain, tetapi hidupnya dipenuhi dengan kerendahan hati dan penyerahan total kepada kehendak  dan perintah Tuhan.

Saudara pendengar setia radio Mora yang dikasihi Tuhan…kita kembali  tentang pemberitahuan tentang kelahiran Yesus oleh malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan Maria yang masih bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud. Malaikat Gabriel berkata kepada Maria: “Salam, hai Engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau”. Mari kita dengar kesaksian dialog antara Maria dengan malaikat selanjutnya… (baca ayat 29 – 37). Setelah Maria mendengar semua apa yang dikatakan malaikat Gabriel, maka Maria spontan menjawab: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”, lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Luar biasa bukan? Maria menerima dan mengimani apa yang disampaikan malaikat Gabriel. Secara adat istiadat dan budaya manusia, pengambilan keputusan ini pasti mempunyai banyak resiko yang akan dihadapi, misalnya, ia pasti ditinggalkan oleh tunangannya Yusuf karena ia mengandung atau hamil sebelum mereka resmi menikah. Masyarakat dan keluarga  pun pasti mengucilkan dia karena  dia hamil di luar nikah, tapi itu tidak diindahkan oleh Maria. Maria tegas memilih sikap apa dan bagaimana  rencana Tuhan melalui malaikat Gabriel  terhadap hidupnya dan masa depannya.Pengambilan keputusan ini sangat sungguh  luar biasa, karena ia lebih mencari atau lebih mengutamakan  kehendak kerajaan Tuhan daripada kehendak dunia dan manusia.

Saudara pendengar setia radio Mora yang dikasihi Tuhan….Sesuai dengan kalender gerejawi bahwa  minggu ini  adalah advent  yang ke-empat dan beberapa hari lagi seluruh umat manusia di belahan bumi ini  merayakan natal. Pertanyaan bagi kita adalah sudah sejauh mana persiapan kita menyambut kedatangan Yesus yang kedua kalinya? Apakah kita sudah lebih mengutamakan  kehendak Tuhan  seperti Maria atau masih melakukan keinginan-keinginan duniawi kita? Sebagai hamba Tuhan, kata Maria, mari dengar dan lakukan apa yang Tuhan inginkan dan sampaikan. Jangan namanya sebagai hamba Tuhan tetapi sikap dan perilakunya seperti hamba iblis dan hamba uang. Hal ini tidak benar dan tidak etis. Nama harus sesuai dengan tingkah laku. Kalau kita disebut pengikut atau hamba Kristus maka lakukanlah sesuai dengan perintah Kristus yang intinya adalah mengasihi dan melayani orang lain. Karena Yesus datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, bahkan memberikan nyawaNya untuk  tebusan bagi banyak  orang  (Mrk 10: 45). Kalau hal ini dilakukan, maka pengikut Tuhan Yesus pasti menjadi berkat bagi lingkungannya dan bagi dunia. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Selamat menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Shalom Tuhan Yesus memberkati saudara.

Minggu, 18 Desember 2011

 Pdt. Jahenos Saragih