KEBERSAMAAN DALAM KELUARGA BERLANDASKAN FIRMAN TUHAN

Suatu Refleksi dari Filipi 2: 1 –  8

 

Problematikanya

Masalah yang membuat kebersamaan keluarga tidak harmonis dalam keluarga yang berdasarkan firman Tuhan  disebabkan karena setiap elemen dalam keluarga  (suami, isteri dan anak) mempunyai sikap yang egois, tidak melakukan fungsi dan tanggungjawabnya masing-masing, bahkan masing-masing sering membanding-bandingkan kebersamaan dengan keluarga yang lain  untuk membela sikap dan tindakan yang menguntungkan bagi diri dan hidupnya. Studi banding dalam hal positif dan konstruktif tidak masalah tetapi jika sutdi banding dalam hal negatif destruktif dapat menghancurkan kebersamaan keluarga.

 

Fungsi dan Tanggungjawab Suami, Isteri dan Anak

Suami:

  1. Sebagai imam dalam keluarga yang mempunyai prinsip yang kokoh dan teguh (Yosua 24: 15 c)
  2. Mengasihi isteri sebagaimana Kristus menghasihi jemaatNya (Ef 5: 25)
  3. Mengasihi isteri seperti tubuhnya sendiri (Ef 5: 25) dan jangan membangkitkan amarah anak-anaknya (Ef 6: 4).

Isteri:

  1. Tunduk dan patuh kepada suami seperti kepada Tuhan (Ef 5: 22 – 24)
  2. Cakap dan bijak kepada suami dan anak-anaknya (Ams 31: 10 – 31)
  3. Menuntun dalam iman dan terus mendoakan ( 2 Tim 1: 5).

Anak:

  1. Taat  dan hormat kepada orangtua (Ef 6: 1 – 3, Kel 20: 12, Ams 3: 1 – 2)
  2. Percaya, mengakui dan memuliakan Tuhan dalam kehidupannya (Ams 3: 5 – 9)
  3. Menuntut ilmu dan takut akan Tuhan (Ams 1: 7).

 

 

 

Lalu apa yang dilakukan dari perspektif Flp : 2:1-8

  1. Mari hidup dalam, untuk, oleh dan sesuai dengan kehendak Tuhan.
  2. Marilah hidup sehati sepikir, dalam satu kasih satu jiwa dan satu tujuan.
  3. Tidak egois dan mencari pujian yang sia-sia.
  4. Rendah hati seperti Yesus Kristus.
  5. Lakukanlah tugas, fungsi dan tanggung jawab masing-masing di dalam takut akan Tuhan.

Kata-kata bijaksana dalam kebersamaan keluarga

  1. Tidak ada hubungan, kesatuan atau kebersamaan yang lebih indah, lebih bersahabat dan lebih menyenangkan daripada pernikahan yang baik (Marthin Luther).
  2. Seorang isteri yang baik dan kesehatan yang baik, adalah kekayaan terbaik seorang pria (Benyamin Franklin).
  3. Ukuran sejati dari mengasihi adalah mengasihi tanpa ukuran (St. Bernard).
  4. Orang yang lemah tidak pernah dapat mengampuni. Pengampunan adalah sifat orang yang kuat (Mahatma Ghandi).
  5. Seorang isteri yang saleh tidak perlu mengomel, mengancam, memohon atau merengek. Ia hanya harus menjadi wanita agung sesuai dengan panggilan Allah. Percayalah, suaminya akan memperhatikannya (Eddie Long).
  6. Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya ? ia lebih berharga daripada permata (Amsal 31:10).
  7. Cinta tidak mudah mati. Cinta adalah sesuatu yang hidup. Cinta tetap tumbuh subur ditengah kesulitan hidup kecuali jika diabaikan (James D. Bryden).
  8. Pernikahan yang bahagia bukan karena kita menemukan pasangan yang cocok tetapi karena kita mau menjadi pasangan yang cocok. Janganlah kita memaksa pasangan kita yang mencocokan diri dengan kita tetapi kitalah yang harus mencocokan diri dengan pasangan kita (Rubin Adi Abraham).
  9. Tujuan pernikahan bukan untuk memiliki pemikiran yang sama, melainkan untuk berpikir bersama (Robert C. Doods).
  10. Pernikahan yang berhasil adalah semua bangunan megah yang harus diperbaiki setiap hari (Andre Maurios).

Pdt. Jahenos Saragih

Cat : Ringkasan Bahan Sharing PWG Sektor 1 dan 2

GKPS Bandung, Sabtu 25 Juni 2011 di Gunung Puntang

Banjaran, Bandung