Kumpulan Buku Karya Pdt. Jahenos Saragih

Suatu Pengantar kepada Biblika, Sistematika, Praktika dan Beberapa Istilah Teologia, CV.Sardo, Jakarta, 1999.

Untuk menjadi seorang pelayan Tuhan yang baik dan bertanggungjawab, maka kita harus mengikuti pola dan prinsip pelayanan Yesus yang mengatakan: “ Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nayawNya menjadi tebusan banyak orang” (Mrk 10: 45).

Buku ini berisikan beberapa kumpulan tulisan dari hamba-hamba Tuhan yang sudah berpengalaman dan kompeten dalam bidangnya masing-masing. Isi singkatnya memuat tentang: Biblika, Sistematika, Praktika dan beberapa istilah teologia yang perlu dipahami  sebagai hamba Tuhan dalam pelayanannya.Buku ini disengaja dalam dua bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa Simalungun) agar para pelayan di  kota dan di pedesaan  merasa memiliki atas buku ini.

PERGUMULAN SEBAGAI UTUSAN TUHAN ( 1986 – 1996) Suatu Analisis Etis-Teologis tentang Pergumulan Gereja, CV. Mulya Sari, Jakarta, 1996.

Buku ini menguraikan tantangan dan harapan gereja, uang dan kehidupan gereja, gereja yang berjuang, pemuda yang mencari identitas. Natal membawa kedamaian dan diakhiri dengan Paskah serta refleksinya dalam kehidupan kita.

Uraian dalam buku ini tidak hanya bersifat teoritis an sich, tetapi praktis  sesuai dengan pengalaman penulis di jemaat selama 10 tahun  baik di kota maupun di desa. Dalam buku ini penulis  berprinsip  “lebih baik menyalakan sebuah lilin kecil ditengah-tengah kegelapan daripada mengutuki kegelapan itu tanpa berbuat apa-apa”.

PENGGEMBALAAN, UANG DAN STRESS (Penyunting), CV. Mulya Sari, Jakarta, 1997

Buku ini  berisikan rangkaian hasil Tim Pembinaan Pengurus GKPS se-Distrik IV 31 Oktober 1997 – 2 Nopember 997 di Wisma Kinasih Caringin Bogor.  Buku ini menguraikan secara gamblang dan lugas tentang : Pelayanan penggembalaan di jemaat, Penatalayanan keuangan secara teologis dan praktis di mulai dari tingkat Jemaat, Resort sampai ke Pusat.

Stress ditinjau dari aspek medis (klinis) psikologis dan teologis oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Kepemimpinan kristiani, dinamika kelompok, persembahan yang hidup, menggembalakan domba-domba dan diakhiri refleksi questionair.

MENYIKAPI PERIODISASI GEREJA (Sarana kederisasi atau sumber perpecahan) suatu analisis etis-teologis, CV. Mulya Sari, Jakarta. 1999.

Buku ini menguraikan dengan jelas dan kritis tentang apa dan bagaimana menyikapi periodisasi gereja yang idealnya salah satu sebagai sarana kaderisasi tetapi sering realitasnya  menjadi sumber perpecahan. Bagaimana menyikapi periodisasi gereja, Nepotisme dalam gereja, arti, fungsi dan tanggungjawab sebagai majelis dan diakhiri dengan sikap dan kehidupan para hamba Tuhan  tentang kepemimpinan (leadership) dari perspektif Alkitab seperti: Abraham, Yosua, Yesaya, Amos, Yesus dan Paulus.

Sikap dan keteladanan kepemimpinan mereka ini  wajib  diteladani para hamba Tuhan dalam pelayanannya.

BOLEHKAN SAYA INTERUPSI ? (Refleksi Sidang Raya ke XIII PGI 2000 di Palangka Raya). CV. Mulya Sari, Jakarta, 2000.

Buku ini menguraikan pengalaman penulis yang sangat menggetarkan hati dalam aneka ragam tantangan yang dihadapi yang diawali ketika masih remaja, dalam perkuliahan, melayani sebagai vikaris, sesudah menjadi hamba Tuhan dan diakhiri dengan peristiwa periodisasi kepemimpinan PGI yang dilangsungkan di kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Semua peristiwa demi peristiwa boleh dilalui dengan baik  karena  pertolongan dan kasih sayang Tuhan dalam kehidupannya.

GKPS, DARI MANA DAN MAU KE MANA ? (Refleksi Etis-Teologis Pra dan Pasca Jubileum 100 Tahun GKPS), CV. Mulya Sari, Jakarta, 2000.

Buku ini menyajikan koreksi dan evaluasi kritis dan tajam kepada salah satu gereja di Indonesia yakni GKPS setelah berjubileum 100 tahun. Bagaimana GKPS sekilas pandang dalam sejarahnya, GKPS dalam tri-tugas hakikinya, GKPS dalam bidang SDM, Dana, sarana dan prasarana. GKPS dengan perangkat pelayanannya, GKPS dengan struktural organisasinya, GKPS dalam pembangunan fisik dan spiritualnya, lalu diakhiri dengan kesimpulan dan saran-saran. Isi buku ini menantang para peserta Synode Bolon GKPS untuk lebih kritis dan kreatif mengevaluasi dengan kalimat  Quo vadis GKPS

Terjadi pro dan kontra tentang buku ini, tetapi anehnya buku ini menjadi “best seller” pada saat itu yang hanya dalam waktu tiga setengah bulan bukunya kehabisan persediaan. Buku ini semakin diminati karena dihantar dan disambut oleh  tokoh dari dalam dan luar GKPS yakni sebagai Guru Besar UI, Ketua Umum Synode GKSI  yang sekaligus salah seorang Rektor STT Setia dan juga Ketua Umum PGI.

Simpul-simpul  PERGUMULAN BANGSA DENGAN SOLUSINYA
Suatu tinjauan etis-teologis Kristiani, GKYE Peduli Bangsa, Jakarta, 2005

Isi buku ini memberikan  kontribusi  butir-butir pemikiran  yang kreatif, kritis dan berani mengkritisi pergumulan bangsa sekaligus  memberikan  solusi dari pergumulan tersebut. Pergumulan ini tetap aktual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, misalnya: suatu peringatan keras tentang politisasai agama yang sering muncul apalagi dalam estafet pergantian kepemimpinan, hukum dan keadilan yang memprihatinkan, desintegrasi bangsa, narkoba, HIV-AIDS, korupsi dalam lingkungan pemerintahan dan anggota legislatif, euthanasia  dan kerukunan hidup antar umat beragama. Topik-topik di atas  dapat menghancurkan  masa depan bangsa Indonesia jika tidak ditangani secara serius dan komprehensif dari berbagai aspek. Semua masalah dalam  topik ini  diberikan kesimpulan dan solusi mengatasinya dari  perspektif etis-teologis kristiani.

ADA APA LAGI TUHAN? (Suatu Rangkaian Pergumulan Yang Beruntun), Suara GKYE Peduli Bangsa, Jakarta, 2005.

Ada apa lagi Tuhan? Suatu rangkaian pergumulan seorang hamba Tuhan yang beruntun sehingga ia sempat “protes” kepada Tuhan atas pergumulan hidupnya yang silih berganti dan beruntun, tetapi akhirnya setelah proses perjalanan waktu pertanyaan Ada apa lagi  Tuhan ? berobah menjadi Apa rencanaMu Tuhan dalam hidupku dan pakai aku sesuai dengan rencanaMu. Buku ini juga berisikan 3 kesaksian  yang lain, dua di antaranya sebagai hamba Tuhan dan satu lagi keluarga hamba Tuhan.

Hamba Tuhan  yang kehilangan suami tercintanya, kehilangan putri kesayangannya dan pertentangan  apakah yang terjadi dalam pergumulan hidupnya  karena kuasa Tuhan atau kuasa dukun?

INI AKU UTUSLAH AKU ( I Will Go, Send Me !). Suatu Pengantar kepada Biblika, Sistematika, Historika, Praktika Dalam Pelayanan Gereja Masa Kini. Suara GKYE Peduli Bangsa, Jakarta, 2005.

Buku ini lanjutan dan pelengkap buku sebelumnya yakni Pelayan Yang Melayani, tahun 1991. Buku  ini bertujuan untuk melengkapi  peningkatan kuantitas dan kualitas para pelayan Tuhan di jemaat Tuhan. Landasan utamanya adalah Alkitab, apa dan bagaimana tugas dasar dan persiapan sebagai hamba Tuhan, sikap dan etika kepemimpinan pelayan gereja, bagaimana gereja dalam komunikasi, penggembalaan, persembahan, PWG dalam pelayanan kategorialnya.

Pertumbuhan gereja masa kini dan diakhiri  dengan eksistensi gereja ditengah-tengah dunia  yang berkembang.

SUARA HATI ANAK BANGSA DENGAN SOLUSINYA (Tinjauan Etis-Teologis Kristiani), Suara GKYE Peduli Bangsa, Jakarta, 2006.

Buku ini mengungkap pergumulan penulis dengan 10 topik yang sangat relevan yang belum sepenuhnya diberi perhatian oleh para pemimpin bangsa dan para pemimpin Agama di Indonesia. Misalnya tentang: Masalah kerukunan umat beragama di Indonesia dengan Perber Menag dan Mendagri No. 9 dan No. 8 tahun 2006, tentang Pornografi dan pornoaksi, Kemiskinan, Pelestarian lingkungan hidup, Judi dan Miras, Kekerasan terhadap perempuan, Pengaruh media massa, Nepotisme, Feminis (Gender) dan diakhiri dengan Gossip. Semua topik ini diakhiri  dengan solusi. Kesimpulan dan refleksi etis-teologis kristiani.

Buku ini juga melampirkan  Perber Menag dan Mendagri No. 9 dan 8 tahun 2006 dan juga  Rancangan UU Anti Pornografi dan pornoaksi.

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN GEREJA ( Dengan Lampiran TTG dan Bagan Struktur Organisasi  8 Gereja di Sumatera Utara dan 3 di Jakarta), Suara GKYE Peduli Bangsa, Jakarta. 2008.

Buku ini menguraikan secara teoritis dan praktis tentang : Pengertian tentang manajemen, Kepemimpinan, Organisasai, Administrasi gereja secara sosiologis dan teologis. Apa dan bagaimana manajemen gereja dengan SDM, TQM dan Manajeman konflik.Apa dan bagaimana fungsi manajerial  dalam gereja (pengorganisasian, perencanaan, motivasi, komunikasi, kreatifitas dan kontroling).

Masalah kepemimpinan gereja (jenis-jenis, aspek-aspek, efektifitas dan efisiensi kepemimpinan, hakekat dan kuasa kepemimpinan). Diakhiri dengan refleksi TTG dan Bagan Struktur Organisasi 8 Gereja di Sumatera Utara dan 3 di Jakarata baik secara umum maupun secara khusus. Setiap topik uraiannya diakhiri dengan refleksi teologis.

BERTEOLOGI MELALUI KOMUNIKASI (Suatu Refleksi Teologis Kristiani), Suara GKYE Peduli Bangsa, Jakarta, 2009.

Buku ini menguraikan tentang berteologi melalui komunikasi dalam 12 topik penting yakni: Pengertian komunikasi dan proses komunikasi, Unsur-unsur komunikasi dan Pengembangan kemampuan berkomunikasi. Jenis-jenis komunikasi, Efektifitas komunikasi dan Umpan balik. Komunikator  dan ruang lingkup komunikasi. Teknologi dan teknik komunikasi.

Hambatan-hambatan dalam komunikasi, Keterampilan berkomunikasi. Komunikasi dalam gereja, Komunikasi melalui khotbah dan Pastoral konseling. Setiap topik ini diberikan reflesi teologis, kesimpulan dan saran.

HATI YANG TERBAGI (Penyunting)  dan 15 Kesaksian Yang Menggugah Hati. Suara GKYE Peduli Bangsa, Jakarta, 2011

Buku ini berisi 16 kesaksian para calon hamba Tuhan yang masih berstudi di STT Abdi Sabda Medan. Ternyata “talenta” bakat  atau kemampuan calon-calon hamba Tuhan ini berteologi kontekstual dalam bentuk lisan dan tulisan tidak perlu diragukan lagi. Mereka memakai kata dan kalimat yang begitu polos, terbuka apa adanya bukan ada apanya.

Kesaksian mereka ini menyangkut aneka ragam persoalan dan pergumulan tentang: keluarga, sosial ekonomi, masalah studi,  masalah berpacaran, masalah memilih perkuliahan. Mereka semua mengakui dan mengimani bahwa karena pertolongan dan kuasa Tuhan dalam hidup dan keluarga serta studinya telah terbukti kebenarannya.

Yesus Sumber Kesembuhan (Markus 1: 29 – 39)

https://jahenos.files.wordpress.com/2012/08/jesus252clethimin.jpg?w=225

Saudara…..kita tahu bahwa tujuan injil Markus adalah proklamasi khabar baik tentang kemenangan Allah atas kuasa jahat dan kemenangan itu terwujud dalam kehadiran Yesus Kristus dan berlaku untuk seluruh dunia. Yesus sebagai hamba yang setia di dalam kasih dan pelayanannya.Sebagai umat percaya dipertanyakan kepada kita, apakah nilai-nilai kesetiaan dalam kasih  dan pelayanan kita sudah meneladani  karakter Yesus atau justru kita lebih senang dikasihi dan dilayani orang lain?

Saudara…. Saya senang kalau di berbagai kantor pemerintahan dan swasta begitu terpampang tulisan  di depan kantornya  yang mengatakan: kami siap melayani anda, kami ada untuk anda.Kami adalah wakil rakyat, mensejahterakan rakyat. Benar kah wakil rakyat atau melayani rakyat atau justru memeras rakyat dan melayani diri sendiri?

Motto kami  siap melayani 24 jam. Bahkan banyak kantor yang membuat visi dan misinya sangat luar biasa hebat dan agungnya,  tetapi benarkah motto, visi dan misi tadi terwujud dalam pelaksanaanya di lapangan? Saya kira, kitalah yang menilainya.

Saudara…Yesus pada saat itu menyembuhkan ibu mertua Petrus dan  banyak orang sakit yang  lain  sekaligus mengusir setan.Yesus tidak hanya menunggu di rumah ibadat atau sinagoge, tetapi ia pergi  bersama Yakobus dan Yohanes. Setelah ia mendapat laporan dari  orang lain maka ia peduli (care), dan segera turun tangan. Setibanya di rumah mertua Simon, Yesus memegang tanganNya dan membangunkan dia, maka lenyaplah demamnya. Pertemuan dengan Yesus dan sentuhan tanganNya yang kudus mengalir kuasa yang menyembuhkan. Dan akibat kesembuhan yang diterimanya, ia spontan memberikan reaksi untuk melayani Yesus  sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. Reaksi yang baik dan perlu untuk ditedani, tidak seperti sebagian orang, sudah dilayani atau di tolong, tetapi ia lupa atau pura-pura lupa akan pertolongan orang lain.Bahkan ada juga  seperti menolong anjing terjepit, sesudah ditolong, ia kemudian menggigit orang yang menolongnya. Ini namanya tidak tahu berterima kasih.

Saudara… berita penyembuhan yang dilakukan Yesus ini begitu cepat tersebar dari mulut ke mulut ke berbagai tempat, sehingga menjelang malam sesudah matahari terbenam semua orang sakit dan kerasukan setan dibawa kepada Yesus.Seluruh penduduk kota berkerumum di depan pintu dimana Yesus  berada.Pada saat itu semua orang yang sakit dan kerasukan setan  sehat dan  sembuh semuanya. Sangat luar biasa bukan? Tanpa menunggu waktu lama, tanpa membayar biaya pengobatan apalagi menebus obat resep dokter yang mahal-mahal, tetapi pada saat itu juga sembuh dan setan-setan yang ada dalam tubuhnya diusir oleh Yesus.Dengan kata lain perjumpaan dengan Yesus membawa kesembuhan dan kesehatan  yang tidak ternilai harganya. Disinilah kuasa dan kebesaran Yesus yang melebihi dari dokter-dokter duniawi.

Saudara…..Yesus sumber kesembuhan baik kesembuhan fisik  maupun kesembuhan psikis bahkan kesembuhan dari kuasa-kuasa kegelapan atau okultisme. Orang yang datang kepada Yesus mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani. Pertanyaan dan renungan bagi kita adalah, ketika kita sakit atau keluarga kita sakit apakah kita bawa kepada Yesus di dalam doa melalui tangan-tangan para medis, dokter dan suster yang dipakai Tuhan sebagai alatnya? Atau juga kita membawa ke dukun, orang pintar, atau bahasa halusnya sekarang dipergunakana istilah pengobatan alternatif? Hati-hati saudara, Tuhan tidak ingin dan tidak mau saudara mencampur-aduk iman kepada kesembuhan-kesembuhan  yang bertentangan dengan kehendakNya.Saudara harus boleh memilih dan memilah apakah yang saudara lakukan masih sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak? Dan jangan menjadikan Tuhan menjadi altertnatif terakhir, tetapi Dia harus dijadikan alternatif pertama dan utama.Bimbingan Roh Kudus dibutuhkan untuk hal ini.

Saudara… pagi-pagi benar, waktu masih gelap Yesus bangun dan pergi berdoa kepada BapaNya. Ia pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Hal yang perlu kita teladani untuk berdoa, berkomunikasi dengan Tuhan pada pagi hari, bersaat teduh meminta kekuatan dan pertolongan Tuhan sebelum kita melakukan aktivitas kita pada hari itu juga.Tetapi tidakkah kita sering lupa berdoa setelah kita bangun pagi hari atau mau tidur pada malam hari, dengan alasan berbagai hal termasuk karena kesibukan kita atau kemalasan kita.  Hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan menentukan kesuksesan dalam hidup ini.Kesusksesan dalam artian luas dan dalam.Dalam hati dan hidup kita ada shalom baik dikala kita suka dan duka, baik dikala banyak tantangan yang menimpa kita, kita kuat di dalam Tuhan.

Saudara… Simon dan kawannya menyusul Yesus dan ketika menemukan Dia mereka berkata: Semua orang mencari Engkau. Tetapi jawab Yesus, marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan injil, karena untuk itulah Aku datang.Lalu pergilah mereka ke seluruh Galilea dan memberitakan injil dalam rumah-rumah ibadat dan mengusir setan. Saudara… Yesus melihat motivasi orang banyak mencari Yesus karena kesembuhan yang mereka terima, bukan sunggung-sungguh mengenal Yesus yang sesungguhnya sebagai mesias dan Allah yang berkuasa tidak hanya menyembuhkan aneka ragam penyakit dan mengusir setan tetapi jauh lebih daripada itu yakni memberikan kehidupan dan keselamatan kini dan masa yang akan datang. Karena itu datanglah kepada Yesus maka kamu akan memperoleh kesembuhan jasmani dan rohani dan menjadi manusia seutuhnya sehat jasmani dan rohani. Tuhan Yesus memberkati.

Pertobatan Nasional (Yunus 3: 1 – 10)

https://i0.wp.com/img.okeinfo.net/content/2011/11/17/337/530509/5R4VTGqygn.jpg

Saudara, ada 3 tujuan kitab ini dituliskan yakni: Pertama, Untuk menunjukkan kepada Israel dan bangsa-bangsa lainnya besarnya dan luasnya kasih sayang tindakan Allah yang menyelamatkan melalui pemberitaan pertobatan. Kedua, untuk menunjukkan melalui pengalaman Yunus betapa jauhnya Israel telah jatuh dari panggilan missioner  yang semula untuk menjadi terang penebusan bagi orang-orang yang tinggal di dalam kegelapan. Ketiga, untuk memperingatkan Israel yang murtad bahwa Allah dalam kasih dan kemurahanNya telah mengutus bukan hanya satu orang tetapi banyak nabi setia yang menyampaikan berita pertobatan agar menghindarkan hukuman atas dosa yang tidak dapat dielakkan.  Sehingga melalui kisah Yunus ini ada beberapa mujizat Allah yang kelihatan, yakni: Telah mengirim angin ribut, mengatur undian sehingga kena Yunus, menenangkan laut, mengatur sehingga ikan besar menelan Yunus, memelihara Yunus sehingga tetap hidup dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, membuat ikan itu membawa Yunus ke darat dan memuntahkannya ke darat.

Saudara… kenapa dikatakan datanglah firman Tuhan untuk kedua kalinya, karena sebelumnya sudah ada juga firman Tuhann kepada Yunus, tetapi Yunus tidak siap dan pergi ke Tarsis. Sehingga Tuhan marah karena itu, ia dicampakkan ke lautan luas dan dimakan ikan besar, selama tiga hari tiga malam. Di sana ia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan menyuruh ikan tersebut memuntahkannya ke darat. Setelah kejadian ini Yunus pergi ke kota Niniwe memberitakan firman  Tuhan agar penduduk kota Niniwe bertobat dan kembali kepada Tuhan. Saudara… kota Niniwe sebuah kota yang mengagumkan besarnya pada saat itu dan luasnya tiga hari perjalanan dan penduduknya berjumlah lebih 120.000 orang.

Saudara… Yunus memberitakan firman Tuhan dan  berseru: “empat puluh hari lagi, Niniwe akan ditunggangbalikkan”, seruan ini begitu jelas dan tegas. Sangat luar biasa saudara, setelah mereka mendengar seruan nabi Yunus ini, mereka percaya dan semua  orang  bertobat termasuk juga pemimpin atau rajanya. Raja atau pemimpin mereka langsung turun dari singgasananya atau istananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubung kannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. Kemudian, ia memerintahkan kepada para pembesarnya atau kabinetnya agar memaklumkan pertobatan nasional (Baca ayat 7 – 9). Sangat luar bisa bukan, perintah raja, tidak hanya manusia atau rakyatnya disuruh melakukan pertobatan dengan jalan berpuasa, tetapi ternak, lembu, sapi dan  domba tidak boleh makan dan minum.

Saudara….pertobatan yang tidak hanya dalam bentuk kata-kata dan konsep ajaran agama dan ritual ceremonial luar, tetapi pertobatan yang sungguh-sungguh lahir dari hati dan batin  yang paling  dalam untuk tidak lagi mengulangi dosa-dosanya dihadapan Allah. Saudara.. setelah Allah melihat pertobatan nasional  yang sungguh-sungguh dari  para pemimpin dan rakyatnya, maka Allah menjauhkan malapetaka  atau hukuman yang telah dirancangNya terhadap bangsa tersebut.

Saudara pendengar setia Radio Mara yang dikasihi Tuhan..Bagaimana  relevansi dan aplikasi pertobatan nasional di kota Niniwe ini jika diperhadapkan dengan keadaan bangsa dan negara kita pada saat ini? Sudah sejauh manakah seruan para tokoh-tokon agama baik di tingkat Pusat maupun di daerah di seluruh Indonesia memainkan peran dan fungsinya untuk mengingatkan para pemimpin bangsa dan seluruh aparat yang terkait di dalamnya  agar bertobat dan melakukan sesiai dengan perintah Tuhan? Sehingga para pemimpin bangsa dan seluruh rakyat punya kominmen yang bulat dan utuh untuk meninggalkan dosa-dosa dan meninggalkan kemunafikan dan kebohongan-kebohongan yang telah dilakukan?. Kenapa para pemimpin bangsa mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah  masih banyak yang tidak mendengarkan seruan pertobatan  yang diingatkan para tokoh-tokoh agama ini? Lihat, camkan dan catat malapetaka demi malapetaka dapat  menimpa negeri tercinta Indonesia. Apakah kita belum sadar akan hal ini? Apakah  para pemimpin bangsa dan rakyatnya  masih tetap  keras kepala dan tegar tengkuk dan tidak mau bertobat. Ingat, upah dosa adalah maut dan malapetaka, tetapi karunia Allah adalah kehidupan  yang kekal dari Tuhan kita Yesus Kristus.

Saudara….Kita mengatakan bahwa kita adalah umat beragama, bangsa yang religious, rajin melakukan ritual ceremonial agama masing-masing, hal ini adalah baik, benar  dan terus ditingkatkan, tetapi tidakkah pada waktu yang sama juga kita melakukan  tindakan kesalahan dan dosa dan sering melanggar hati nurani dan melanggar rambu-rambu firman Tuhan  yang sudah kita dengarkan setiap hari? Kenapa ya, para pemimpin kita sebagian apalagi top leadernya tidak berani secara tegas dan tuntas melakukan amanah kepemimpinan yang telah dipercayakan Tuhan melalui rakyatnya? Apakah  para pemimpin kita lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan?

Saudara, sangat menarik pelajaran  kalau pemimpin atau top leader, raja di kota Niniwe sekitar 2800 tahun yang lalu boleh diteladani oleh para pemimpin kita termasuk top leadernya turun tangan dan memerintahkan kepada para mentri dan kabinetnya , kepada para anggota di legislative, eksekutif dan judikatif  bahkan kepada seluruh rakyatnya untuk melakukan pertobatan nasional, bahkan bila perlu “berpuasa” dalam artian luas , sehingga Tuhan yang maha kuasa menjauhkan malapetaka demi malapetaka yang menimpa bangsa ini. Atau masihkah terus keras kepala dan tegar tengkuk melakukan kehendak dan keingingannya sehingga  masa depan bangsa ini semakin terpuruk ke jurang yang lebih dalam?

Saudara… sebagai mahluk ciptaan Tuhan, apakah sebenarnya yang saudara cari dalam hidup ini? Ingat hidup ini hanya sementara saja dan hanya satu kali kita hidup. Sehingga  anggaplah kesabaran Tuhan jika masih memperkenankan  memberikan kesempatan bagi saudara dan saya  untuk segera melakukan pertobatan, jangan tunggu esok atau lusa, tetapi lakukan sekarang juga. Saudara….pendengar setia Radio Mora, saya yakin Tuhan memakai radio Mora ini sebagai alatNya  untuk mengingatkan dan mengkritisi dalam aspek perpektif hukum para pemimpin dan rakyatnya agar kesadaran hukum dan taat hukum itu dilakukan semaksimal mungkin. Dan di atas segala-galanya  harus mentaati hukum dan undang-undang atau perintah Tuhan  di atas hukum-hukum buatan pikiran   manusia. Dengan kata lain hukum dan perintah Tuhan lebih diutamakan atau diprioritaskan. Selamat bertobat, dan jangan mengulangi kesalahan dan dosa-dosa lagi. Karena ternak  yakni  keledai ciptaan Tuhan tidak pernah jatuh ke dalam lobang yang sama untuk kedua kalinya. Tidakkah kita lebih tinggi nilai dan martabatnya , lebih bijaksana, punya hati nurani dan tahu membedakan yang baik dan jahat sesuai dengan ciptaan Tuhan daripada keledai ?  Selamat bertobat, Tuhan Yesus memberkati

 

Salam saya,

 

Pdt. Jahenos Saragih

Berbicara Sebab Hamba-Mu ini Mendengar (1 Samuel 3: 1 – 10)

https://i1.wp.com/images.panjikristo.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGCk2goKCCAAAHCkBU81/pray_hands.jpg

Saudara yang  dikasihi Tuhan….Tujuan utama pendidikan agama Kristen  ada 4 hal yakni: Pertama: Learning to  know (belajar untuk mengetahui), artinya ada peningkatan pengetahuan tentang Allah dan firmanNya). Kedua, Learning to do (belajar untuk berbuat atau melakukannya), artinya memiliki keterampilan untuk melakukannya dalam praktika kehidupannya). Ketiga, Learning to be artinya memiliki jati diri dan mampu menyatakan keberadaannya dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki eksistensi dan identitas yang jelas. Keempat, Learning to live together artinya menyadari betul bahwa hidup tidak mingkin sendirian tetapi hidup bersama-sama dengan orang lain, sehingga hidupnya boleh menjadi berkat bagi orang lain. Saudara, pertanyaan kritis yang perlu direnungkan dan dilaksanakan adalah sudah tahap dimana kualitas  iman keberagamaan  saya dan saudara? Mari kita koreksi diri apakah masih tahap 1, 2, 3  atau 4, atau ke empat-empatnya sudah menjadi bahagian kehidupan kita?

Saudara…. Sekitar tahun 1996 yang lalu atau  16 tahun yang lalu, ketika  ada pertemuan dari semua tokoh-tokoh agama se Propinsi Lampung maka pak Danrem pada saat itu memberikan  pengarahan dan kata sambutan yang mengatakan “ saya senang apabila semua tokoh-tokoh agama di Provinsi Lampung  ini  tidak hanya mengajarkan kepada umatnya untuk mengetahui  dan menghapalkan ayat-ayat kitab suci masing-masing, tetapi yang lebih dipentingkan dan lebih  dibutuhkan  pada saat ini adalah mengaplikasikan ayat-ayat kitab sucinya  dalam kehidupannya sehari-hari”. Kami para tokoh-tokoh agama pada saat itu saling berpandangan  dan mengiyakan perkataan beliau.  Hal ini saya pikir, himbawan beliau ini tetap relevan sampai pada saat ini dan seterusnya. Mengapa kita habis energi dan waktu yang  cukup panjang dan melelahkan  untuk berdebat  menyangkut soal dogma, ajaran, kaidah  agama masing-masing dan  mengomentari agama orang lain  sementara kita tidak melakukan dan melaksanakan ajaran atau kaidah murni tuntutan agama kita masing-masing?

Saudara…lihat dan saksikan  pada masa Yesus Ahli-ahli taurat dan orang Farisi sibuk berdebat tentang ajaran agama dengan segudang  konsep dan idenya masing-masing  dan begitu bangga dan sombong serta mengatakan  dia lebih hebat dari yang lain menyangkut soal “mengasihi” orang lain. Yesus memberikan ajaran tentang seorang yang dirampok  di tengah jalan. Maka seorang imam lewat tetapi tidak mengindahkannya, lalu lewat orang Lewi, juga tidak mengindahkannya, mereka ini adalah orang tahu banyak tentang firman Tuhan. Kemudian lewat juga seorang Samaria, setelah melihat kejadian itu,tergeraklah hatinya untuk menolong dan memberikan pengobatan sampai yang kena rampok tadi sembuh. Setelah itu Yesus bertanya kepada ahli-ahli Taurat tadi, siapakah diantara mereka yang melakukan tindakan kasih? Sudah barang tentu, jawaban mereka  dalam hatinya orang Samaria  tadi. Pesan yang disampaikan bagi kita adalah tidak hanya tahu banyak  tentang ajaran agama, bahkan seperti kamus atau konkordansi berjalan  jika ditanya,  tetapi bagaimana mengaplikasikan ajaran  atau tindakan agama itu dalam bentuk  kasih  terhadap sesama kita.

Saudara….sesuai dengan latar belakang teks dan konteksnya pada saat itu bangsa Israel dan para tokoh-tokoh agamanya sudah lari dari yang Tuhan perintahkan dan harapkan. Mereka melakukan apa yang tidak layak di mata Tuhan, terjadi kemerosotan moral dan etika, termasuk dalam keluarga imam Eli yakni anaknya Hofni dan Pinehas. Mereka mengambil yang bukan haknya (korupsi) dalam arian luas, mereka melakukan tindakan amoral, mengakibatkan lenyapnya kemuliaan Tuhan dalam hidup keseharian mereka. Sebagai imam, Eli tidak  berani tegas mengingatkan anaknya  akan perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Akibatnya pada sejarah berikutnya mereka mendapat hukuman dari Tuhan. Di saat seperti inilah Tuhan  memanggil Samuel yang masih muda menjadi hambaNya. Samuel yang dipersembahkan orangtuanya Elkana dan istrinya Hanna untuk melayani di bait Tuhan. Orangtuanya memberi nama Samuel karena  kata orangtuanya “ aku telah memintanya dari Tuhan”. Lokasi kejadiannya adalah di bait Allah di Silo pada suatu malam, ketika mereka sedang tidur. Tuhan memanggil: Samuel, Samuel, dan ia menjawab: ya Bapa, lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: Ya  bapa, bukankah bapa memanggil aku?. Tetapi Eli berkata: Aku tidak memanggil, tidurlah kembali, lalu pergilah ia tidur. Tuhan memanggil Samuel sampai tiga kali, lalu mengertilah imam Eli bahwa Tuhanlah yang memanggil itu. Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau katakanlah: Berbicaralah Tuhan, sebab hambaMu ini mendengar. Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.  (Baca ayat 10)… Berbicaralah, sebab hambaMu ini mendengar. Speak Lord, your servant is listening.

Saudara…..Melalui panggilan ini, maka imam Eli bertanya apa yang disampaikan Tuhan kepada Samuel secara jujur, termasuk rencana Allah menjatuhkan hukuman kepada keluarga imam Eli karena tidak melakukan apa yang telah diperintahkan Tuhan. Dalam sejarah selanjutnya Tuhan pakai Samuel sebagai hambaNya  untuk memberitakan kuasa dan kehendak Tuhan bagi bangsa Israel, bahkan dalam sejarah berikutnya mengurapi pemimpin   Israel  sebagai  raja  yang memerintah dengan sistim pemerintahan Theokrasi.

Saudara……mari kita belajar teologi mendengar firman Tuhan, dari kerinduan  mendengar melalui pimpinan Roh Kudus timbul pengetahuan, iman, pengharapan  dan kasih. Sehingga Tuhan menciptakan dua telinga untuk mendengar dan hanya satu mulut. Itu berarti Tuhan mengharapkan kita lebih banyak mendengar daripada berbicara, malah lebih baik sedikit berbicara, banyak berbuat dan melakukan kebaikan. Marilah teladani sikap Samuel, ia tampil sebagai hamba yang setia, jujur, memiliki kepekaan diri yang sangat tinggi untuk mendengarkan dan melakukan firman Tuhan.Marilah menjadi pendengar yang baik dan taat sehingga ada kesadaran rohani (spiritual awareness) dan selalu berkata: “berbicaralah Tuhan sebab hambamu ini siap mendengar dan melakukan firmanMu”, jadikanlah firman Tuhan menjadi pelita dan terang bagi perjalanan hidupmu.  Shalom, Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.Salam saya, Pdt. Jahenos Saragih.

Bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1: 37 – 38)

https://i2.wp.com/katolisitas.org/wp-content/uploads/2009/05/Sebab-bagi-Allah-tidak-ada-yang-mustahil-400x300.jpg

Saudara pendengar setia Radio Mora yang dikasihi Tuhan. Secara umum manusia memahami segala sesuatu yang terjadi dan akan terjadi dalam hidupnya melalui akal dan pikirannya sendiri. Memakai logika dan kerangka berpikir manusia. Berkata dan berucap  sesai dengan pengalaman dan bagaimana kata orang. Boleh menilai ucapan langsung, boleh melalui buku-buku yang ia baca atau melalui media cetak dan elektronik yang ia baca dan dengar.Hal itu baik dan boleh-boleh saja. Tetapi perlu diingat dan dicatat  bahwa dalam lapangan  keagamaan atau  memahami tentang Tuhan, bahwa otak manusia sering tidak boleh dan mampu memahami rancangan Tuhan yang Maha kuasa. Karena itu firman Tuhan sudah mengingatkan kita dalam Yesaya 55: 8 – 9 mengatakan: “Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dan bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu”.

Mari kita lihat beberapa contoh kongkrit kesaksian Alkitab tentang hal ini:

  1. Bagaimana kita boleh memahami melalui otak dan pikiran  kita yang terbatas ini bahwa Allah menciptakan alam semesta, segala sesuatu termasuk juga manusia hanya melalui firmanNya yang penuh kuasa.
  2. Bagaimana manusia di lingkungan nabi Nuh pada saat itu ketika  membangun bahtera yang begitu besar di daratan luas. Masyarakat di sekitarnya tidak mengerti dan memahami, bahkan mengatakan nabi Nuh kurang waras, tetapi sesudah air bah menimpa mereka baru mereka menyesal dan mengakui apa yang dilakukan Nuh benar di mata Tuhan.
  3. Bagaimana kita boleh berpikir dan memahami tentang peristiwa Abraham, bapa orang percaya bahwa isterinya Sara yang sudah sangat tua dan mandul tetapi boleh melahirkan seorang anak perjanjian bernama Ishak.?
  4. Hal itu juga yang terjadi dalam peristiwa natal. Bagaimana kita boleh memahami bahwa Maria yang masih perawan boleh melahirkan  seorang bayi kudus Yesus yang tampil sebagai anak Allah, Allah dan Juruselamat dunia?
  5. Bagaimana kita boleh mengerti dan memahami melalui otak dan pikiran  kita yang terbatas memahami banyak  tanda-tanda mujizat yang dilakukan Yesus bahkan membangkitkan orang mati, bahkan Dia bangkit dari kematian dan naik ke surga?

Saudara….Jangan  coba-coba memahami Tuhan dan kuasaNya yang begitu besar dan ajaib dari kacamata dan otak pikiran kita yang terbatas ini, tetapi mari pahami dan imanilah  Tuhan dan kuasaNya melalui pimpinan dan tuntunan Roh Kudus. Sehingga sungguh betul dan benar apa yang diingatkan oleh nabi Yesaya dalam  Yes 55: 8 – 9  yang sudah kita dengarkan tadi. Pesan yang disampaikan adalah tidak mungkin lebih besar dan lebih berkuasa manusia yang diciptakan daripada Tuhan Allah yang menciptanya. Dengan kata  lain juga tidak mungkin lebih besar periuk yang diciptakan daripada tukang periuknya. Kalau pemahaman teologis ini dipahami dan diimani semua umat ciptaan Tuhan, maka seharusnya tidak ada diantara kita manusia yang sombong, angkuh dan menghakimi orang lain, tetapi hidupnya dipenuhi dengan kerendahan hati dan penyerahan total kepada kehendak  dan perintah Tuhan.

Saudara pendengar setia radio Mora yang dikasihi Tuhan…kita kembali  tentang pemberitahuan tentang kelahiran Yesus oleh malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan Maria yang masih bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud. Malaikat Gabriel berkata kepada Maria: “Salam, hai Engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau”. Mari kita dengar kesaksian dialog antara Maria dengan malaikat selanjutnya… (baca ayat 29 – 37). Setelah Maria mendengar semua apa yang dikatakan malaikat Gabriel, maka Maria spontan menjawab: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”, lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Luar biasa bukan? Maria menerima dan mengimani apa yang disampaikan malaikat Gabriel. Secara adat istiadat dan budaya manusia, pengambilan keputusan ini pasti mempunyai banyak resiko yang akan dihadapi, misalnya, ia pasti ditinggalkan oleh tunangannya Yusuf karena ia mengandung atau hamil sebelum mereka resmi menikah. Masyarakat dan keluarga  pun pasti mengucilkan dia karena  dia hamil di luar nikah, tapi itu tidak diindahkan oleh Maria. Maria tegas memilih sikap apa dan bagaimana  rencana Tuhan melalui malaikat Gabriel  terhadap hidupnya dan masa depannya.Pengambilan keputusan ini sangat sungguh  luar biasa, karena ia lebih mencari atau lebih mengutamakan  kehendak kerajaan Tuhan daripada kehendak dunia dan manusia.

Saudara pendengar setia radio Mora yang dikasihi Tuhan….Sesuai dengan kalender gerejawi bahwa  minggu ini  adalah advent  yang ke-empat dan beberapa hari lagi seluruh umat manusia di belahan bumi ini  merayakan natal. Pertanyaan bagi kita adalah sudah sejauh mana persiapan kita menyambut kedatangan Yesus yang kedua kalinya? Apakah kita sudah lebih mengutamakan  kehendak Tuhan  seperti Maria atau masih melakukan keinginan-keinginan duniawi kita? Sebagai hamba Tuhan, kata Maria, mari dengar dan lakukan apa yang Tuhan inginkan dan sampaikan. Jangan namanya sebagai hamba Tuhan tetapi sikap dan perilakunya seperti hamba iblis dan hamba uang. Hal ini tidak benar dan tidak etis. Nama harus sesuai dengan tingkah laku. Kalau kita disebut pengikut atau hamba Kristus maka lakukanlah sesuai dengan perintah Kristus yang intinya adalah mengasihi dan melayani orang lain. Karena Yesus datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, bahkan memberikan nyawaNya untuk  tebusan bagi banyak  orang  (Mrk 10: 45). Kalau hal ini dilakukan, maka pengikut Tuhan Yesus pasti menjadi berkat bagi lingkungannya dan bagi dunia. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Selamat menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Shalom Tuhan Yesus memberkati saudara.

Minggu, 18 Desember 2011

 Pdt. Jahenos Saragih